Pusat Grosir Aneka Kopi, Minuman Serbuk, dan Bahan-bahan Kafe

Seni Bernegoisasi dalam Bisnis

Seni Bernegoisasi

Seni Bernegoisasi

Cafeos.net – Saat sudah terjun ke dunia bisnis, kita harus memiliki banyak skill bernegoisasi. Karena tidak semua orang memiliki kemampuan dalam bernegoisasi, mau tidak mau kita harus terus belajar berunding dengan orang lain agar kesepakatan bisa terjadi.
Bernegoisasi bukan melakukan tawaran termurah, tetapi membuat sebuah kesepakatan baik dan seimbang.
Bagaimana bernegoisasi yang baik? Ialah dengan memberi nilai tambah tawaran yang kita lakukan, fokus kita kepada negoisasi tersebut, bukan kepada harganya.
Cafeos akan membagikan ‘aturan emas’ saat kita melakukan negoisasi kepada patner bisnis, agar anda lihai dan memiliki seni bernegoisasi:

Jadilah yang pertama
Siapa pun yang mengawali negoisasi, cenderung akan mengendalikan hasil akhir negoisasi. Jika kita membiarkan patner lain mengawali negoisasi, kita pastinya memberikan kendali lebih kepadanya bukan? Seringkali itu terjadi dan kita tidak menyadarinya.
Contohnya, saat kita bertanya kepada orang lain berapa budget sebuah proyek, berarti kita memberikan kendali negoisasi lebih kepadanya. Dan akhirnya ketika kita berminat, kita akan melakukan penawaran sesuai dengan budget yang kita miliki. Maka jangan pernah takut untuk menginterupsi pihak lain dan mengambil kendalinya.

Tulis hasil deal negoisasi
Banyak pebisnis pemula yang sering mengabaikan kesalahan perjanjian, dengan melakukan negosiasi dulu, baru menulis proposal/dokumennya di akhir kesepakatan. Jangan pernah melakukan hal tersebut, karena akan ada banyak waktu yang terbuang dan bisa saja klien kita mundur karena kita tidak profesional. Maka buatlah syarat/klausul (ketentuan sendiri dari suatu perjanjian) dan menjadikannya dokumen tertulis. Buat dokumen/SOP perusahaan anda, ajukan kepada klien kemudian sepakati hal-hal bersama demi kelancaran bisnis.

Bersikap tenang
Ruang negoisasi banyak dipenuhi dengan ego dan emosi. Maka negosiator hebat tahu cara bagaimana agar tetap terlihat tenang, memberikan solusi agar yang lain tidak terobsesi dengan tujuan pribadinya dan membuang emosi yang tidak berguna. Gunakan selalu logika saat negoisasi tidak berjalan lancar, maka bersikap tenang adalah salah satu cara memecahkan emosi.

Kembalikan ketujuan awal bernegoisasi
Mengajak membuat kesepakatan, memberikan alasan mengapa harus adanya kesepakatan, membandingkan dengan beberapa pilihan, memperjelas pandangan yang dikemukakan, mengevaluasi kekuatan serta komitmen bersama.

Semoga bermanfaat!