Pusat Grosir Aneka Kopi, Minuman Serbuk, dan Bahan-bahan Kafe

Jangan Buang Ampas Kopi Anda

Jangan Buang Ampas Kopi Anda

Cafeos.net- Untuk penikmat setia kopi, sebaiknya jangan buang ampas kopi anda setelah diminum sampai tandas. Kenapa? karena ampas kopi masih bisa dimanfaatkan kegunaanya untuk banyak hal:
• Pengharum Kulkas
Pernahkah karena terlalu banyaknya sayuran dan daging di kulkas anda menimbulkan bau-bauan tidak sedap? Nah kegunaan kopi ini untu mencegah dan menghilangkan aroma tidak sedap tersebut. Balut ampas kopi dengan kain lalu taruh di kulkas, biarkan hingga bebauan itu menghilang. Kantong bubuk kopi juga bisa digunakan untuk mobil anda ketika bermunculan aroma tidak sedap.
• Penghilang Bau Amis
Penyuka makanan ikan asin dan sambal terasi biasanya lebih enak menggunakan tangan langsung. Dan ketika anda telah mencuci tangan dengan sabun namun bebauan itu belum juga hilang? sebaiknya gosok tangan anda dengan ampas kopi, baru dengan sabun dan bilas dengan bersih.
• Penghilang Aroma tidak Sedap pada Sepatu
Sepatu yang sering kita gunakan dapat memicu bau tidak sedap lho! cara ampun untuk menghilangkan bau tersebut salah satunya dengan memasukkan ampas kopi dalam kantong yang terbuat dari kain. Letakkanlah pada bagian dalam sepatu ketika tidak pakai, gantilah secara tiap tiga hari. Gunakan sepatu lain sebagai cadangan, karena sepatu pun membutuhkan istirahat.

Kopi Liberika, Kopi Bercinta Rasa Sayuran

Kopi Liberika, Kopi Bercita Rasa Sayuran

Cofeos.net – Kopi yang sangat khas kepublikaannya adalh Arabika dan Robusta. Tetapi jarang yang tahu jik kalau Indonesia memiliki ragam kopi yang lain, yang tidak kalah kerennya yaitu: kopi Liberika.
Yustianto, peneliti sekaligus pencicip kopi PUSLITKOKA di Jember, mengumumkan bahwa Liberika adalah kopi yang acap kali disebut “kopi nongko (nangka)”, kopi bercita rasa unik semacam sayuran.
Biji kopi liberika bentuknya besar-besar. Cita rasanya laiknya mentahan kacang panjang. Orang Sunda menyebutnya ‘karedok’, ucap Yustianto menerangkan.
Liberika kopi yang berasal di wilayah Liberica, Afrika Barat. Pada abad 1 9 Liberika dibawa ke Indonesia dan ditanam pada wilayah Bengkulu dan Jambi. Karena pada saat i tu Arabika terkena serangan penyakit, Liberika menjadi alternatifnya.
Perbedaan yang paling kentara Liberika mencapai 9 meter ukurannya. Bji yang besar dan terkadang bisa menjangkau dua kali lipatnya Arabika. Penyebab keunikannya adalah kafein yang termuat melebihi bijinya.
Yustianto menambahkan, Liberika menjadi peluang untuk Indonesia apabila dikembangkan dan diekspor karena banyak orang dan wilayah jarang mengenal ragam kopi Liberika.
“Jika ada yang menganggap Liberika tidak senikmat kopi lain, dikarenakan mereka belum mengenal. Maka kenalah kemudian sayang itu akan datang,” katanya disela acara Press Tour dan Media Gathering Kementrian Riset dan Tekhnologi.
Negara tetangga Malasyia sudah banyak yang menjadi penikmat Liberika. Ketika dilihat pada sisi harganya Liberika lebih dari harga Robusta.