Pusat Grosir Aneka Kopi, Minuman Serbuk, dan Bahan-bahan Kafe

OMSET, OMSET DAN OMSET

Cafeos.net – Omset, omset dan omset yang kita jalankan melalui strategi personal brand tidak langsung mengalami lonjakan omset yang signifikan dalam bisnis yang anda jalankan.

Ada tips sederhana agar omset naik berkalilipat, ialah sederhana sekali. Cukup tingkatkan kualitas dan kuantitas produk dan pemasaran dalam bisnis.

Contohnya begini, ketika anda membuka warung makan soto. Setiap harinya anda menyediakan 100 mangkuk soto dengan harga Rp 10.000 per mangkuk. Ini berarti potensi maksimal omset telah anda tentukan sehari Rp 1.000.000. Nggak mungkin bisa lebih karena dari awal sudah ditentntukan kapasitasnya hanya 100 mangkuk, dengan harga Rp 10.000 per mangkuknya. So, jika soto anda sudah jelas habis 100 mangkuk, sangat mudah untuk meningkatkan omset, ialah menambah kuantitas mangkuk soto yang disediakan.

cafeos

Yang jadi pertanyaan, jika setiap hari sudah disediakan 100 mangkuk soto, namun habis 50 saja bagaimana? Anda harus memperbaiki kualitas produk atau tingkatkan kualitas dan kuantitas pemasarannya. Mungkin pemasaran serta marketingnya belum maksimal, sederhanakan?

Tetapi jika yang anda inginkan lonjakan omset signifikan, perbaiki segala bidangnya. Dari kuantitas soto yang disediakan, tambah kualitas sotonya agar semakin enak, tambah kuantitas marketing yang banyak dengan penawaran-penawaran yang menarik dan target market tepat.

*Kuantitas Produk ialah, jumlah produk yang bisa dijual

*Kualitas Produk ialah, nilai tambah produk yang dijual

*Kuantitas Marketing ialah, seberapa banyak marketing yang dilakukan

*Kualitas Marketing ialah, seberapa baik strategi marketing bisnis anda.

Ketika omset stagnan, cek apa yang bisa diperbaiki dari bisnis anda. Apakah kuantitas produk? Kualitas produk? Kuantitas marketing? atau Kualitas marketing?

Indira Sam

 

Asal Bisnis Minuman Bubble

Cafeos.net – Asal bisnis minuman bubble, dari negara Taiwan yang muncul pada era tahun 80-an dan mulai dipasarkan di toko yang menjual minuman teh. Kebetulan toko tersebut berada di depan sebuah sekolahan, letak yang sangat strategis untuk berjualan.

Karena ingin memberikan kesan yang tidak monoton, sang penjual memberi tambahan varian rasa buah pada teh yang dijual. Rasa tersebut membuat kecanduan pembeli. Ketika teh dicampur dengan sirup perasa lantas dikocok (shake) dengan beberapa kali kocokan membentuk gelembung-gelembung dipermukaan, maka dikenalah minuman itu dengan bubble tea.

Di tahun 1983, Liu Han Chieh mengenalkan sagu mutiara (tapioca pearl), yang sekarang banyak digunakan oleh penjual bubble sebagai bahan tambahannya. Nantinya sagu mutiara tersebut ditenggelamkan ke dasarnya gelas agar terlihat menarik serupa gelembung-gelembung tapi berwarna hitam dan kini orang-orang menyebut bubble drink.

Sekarang bubble sudah banyak diaplikasikan dengan variasa lain bukan hanya dengan teh saja, tapi b isa dengan jus, susu, es krim dan lain-lain sesuai kreatifitas penjual.

Ice_Blended_Cappucino_Float

OPEN MARKET WITH OPEN HEART

Cafeos.net – Lumrahnya sebuah peluncuran produk atau bisnis baru, akan melalui strategi promosi yang gencar, tetapi adakalanya cara tersebut belum mampu mendongkrak keberhasilan.

Kembali ke prinsip bahwa berbisnis tidak sekadar mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, karena kerugian pun bisa menghampiri kita. Intinya, yang terpenting bukan pencarian keuntungan dan penghindaran kerugian, tapi kuncinya : siapkah anda untuk kondisi baik untung maupun rugi.

Tidak ada bisnis yang menjanjikan keuntungan abadi, sebagaimana tidak ada yang mendatangkan kerugian seumur hidup. Nah, untuk membuat diri senantiasa “ready for profit or loss” diperlukan mental keberlimpahan (open your heart).

Alkisah pasangan suami istri yang memiliki anak tunggal dan tinggal di pedalaman, terserang penyakit mematikan. Sebagai ayah; pemimpin keluarga ia harus bertindak. Pergilah sang ayah ke tabib terkenal yang bisa mengobati segala macam penyakit. Berharap diberikan ramuan mujarab seperti orang-orang yang berobat kesana.

Puluhan kilometer ditempuh, berapa banyak keringat jatuh bercucur dan darah mentes karena kaki lecet beradu dengan panas pasir juga baru kerikil. Tiga hari kemudian, sampailah di tempat yang dituju, rasa yang penat dna capek terbayar karena bertemu dengan sang tabib. Perjuangan lelahnya hanya ditukar dengan sebotol air putih dengan 1 sendok garam. Diambillah botol tersebut tanpa menyinggung perasaan tabib.

Dalam perjalanan pulang, sang ayah ini teringat ibu kandungnya, yang lebih dari 5 tahun tidak dijenguk. Ketika mampir ke rumah ibunya, sang ibu sakit keras. “Dari mana kamu anakku?” Tanya sang ibu.

Dengan niat tulus, hati sang anak terenyuh dengan penyakit ibunya diserahkan botol pemberian tabib kepada ibu.

“Bagaimana nasib anakmu?”

“Biarlah Tuhan yang akan melihat bahwa berapa aku menyayangi Ibu lebih dari anakku sendiri.”

Ibu merasa terharu dengan ucapan anaknya, “Sungguh mulia hatimu, anakku. Tahukah kamu maksud tabib memberikan botol berisi air dan garam? Betapa pun besar dan banyaknya masalah (baca:garam) jika hati kita lapang (baca : botol), maka kita dapat menikmati hidup.”

Sesampainya di rumah sang ayah mendapati anaknya telah sehat seperti sedia kala. Barangsiapa menyebarkan benih kebaikan dengan tulus, maka ia akan kembali dalam bentuk kebahagiaan.

ATURAN PERTAMA   :Hargai sebuah pengalaman, maka anda akan mendapatkan reputasi

ATURAN KEDUA        :Hargai sebuah pengetahuan, maka itu akan memperluas peluang usaha anda.

ATURAN KETIGA       :Hargai profit yang sedikit, maka anda lebih mudah melipatgandakannya.

ATURAN KEEMPAT   :Hargai yang di bawah, maka yang di atas akan membesarkan anda.

ATURAN KELIMA      :Hargai yang rendah, maka orang akan meningikna anda