Pusat Grosir Aneka Kopi, Minuman Serbuk, dan Bahan-bahan Kafe

TAKSONOMI KOPI

JENIS-JENIS KOPI

Ada empat jenis kelompok kopi yang dikenal,yaitu kopi arabika,kopi robusta,kopi liberika,dan kopi ekselsa.kelompok kopi yang dikenal memiliki nilai ekonomis dan diperdagangkan secara komersial, yaitu kopi arabika dan kopi robusta. sementara itu kelompok kopi liberika dan kopi ekselsa kurang ekonomis dan kurang komerial.
Kopi arabika dan kopi robusta memasok sebagianj besar pedagangan kopi dunia.Jenis kopi arabika memiliki kualitas cita rasa tinggi dan kadar kafein lebih rendah dibandingkan dengan robusta sehingga harganya lebih mahal. kualitas cita rasa kopi robusta dibawah kopi arabika, tetapi kopi robusta tahan terhadap penyakit karat daun. Oleh karna itu, luas areal pertanaman kopi robusta di Indonesia lebih besar daripada luas areal pertanaman kopi arabika sehingga produksi kopi robusta lebih banyak.Areal pertanaman kopi arabika terbatas pada lahan dataran tinggi di atas 1.000 m dari permukaan laut agar tidak terserang karat daun kopi.
Kopi liberika dan kopi ekselsa dikenal kurang ekonomis dan komersial karena memiliki banyak variasi bentuk dan ukuran biji serta kualitas cita rasanya.
Kegiatan seleksi terhadap jenis kopi liberika masih mungkin dilakukan untuk mambuktikan nilai ekonomis dan komersialnya agar dikenal masyarakat luas.
Pohon kopi liberika tumbuh sangat subur di daerah kelembapan tinggi dan panas, di daerah tersebut tanaman kopi arabika tidak tumbuh dengan baik serta sangat menderita akibat serangan berbagai hama dan penyakit.Sementara itu, kopi ekselsa dapat tumbuh di daerah panas serta agak kering. Kopi ekselsa umumnya ditanam dengan tingkat perawatan yang sederhana dan tanpa dipangkas.

 

taksonomi kopi

 

 

 

FP : CAFEOS
NO HP: 0821345191000
PIN BB: 5E9A1EEF

PEDOMAN BERTANAM KOPI

PEDOMAN BERTANAM KOPI

Secara ekonomis pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat tergantung pada keadaan iklim dan tanah. Kebutuhan pokok lainnya yang tidak dapat diabaikan adalah mencari bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Setelah persyaratan tersebut dapat terpenuhi selanjutnya adalah pemupukan,pemangkasan,pohon peneduh dan pemberantasan hama dan penyakit. Syarat-syarat tumbuh tanaman kopi yang utama adalah:
1.TANAH.
Tanah adalah syarat yang paling utama dalam bertanam,karena subur atau tidaknya tanaman tergantung pada jenis tanah. Pada umumnya tanaman kopi harus di tanam di tanah yang teksturnya gembur,subur,banyak mengandung humus dan permeable atau dengan kata lain struktur tanah harus baik.
2.IKLIM.
Faktor iklim besar sekali pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi. Faktor iklim besar sekali pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi. Faktor iklim mencakup : daerah penyebaran,curah hujan,angin,pengaruh iklim terhadap tanaman.

kopi cafeos

 

 

FP : CAFEOS
NO HP: 0821345191000
PIN BB: 5E9A1EEF

PEMASARAN KOPI LUWAK

Pemasaran Kopi Luwak

Pemasaran kopi luwak merupakan bisnis kepercayaan pembeli terhadap mutu dan keaslian kopi luwak.Keaslian dan mutu kopi luwak dapat dibuktikan dengan adanya sertifikat keaslian asal usulnya.Dengan demikian, setiap konsumen bisa menelusuri keasliannya,berbeda konsumen kopi luwak saat ini berasal dari Korea Selatan,Jepang,Amerika Serikat,dan beberapa konsumen dalam negeri yang umumnya pengusaha cafe di kota-kota besar.Kopi luwak biasanya dijual dalam jumlah terbatas sehingga kemasan dibuat dengan baik,aman,dan spesial.

 

FP: Cafeos.

PIN BB: 5E9A1EEF

NO HP: 082134519100

KOPI LUWAK KANDANG

Kopi Luwak Kandang

Salah satu kelemahan dari kopi luwak kandang adalah
keberlangsungan produksi dan kosistensi mutu fisik serta mutu cita rasa yang dihasilkan.Oleh karna itu,diusahakan produksi kopi luwak dengan sistem kandang.
sistem tersebut merupakan model terbaru yang bertujuan untuk mengatasi dan menghilangkan kesulitan dalam pengumpulan kopi luwak alami/liar.
Sistem kandang adalah produksi kopi luwak dengan memelihara satu ekor luwak dalam satu kandang.pemeliharaan luwak lebih dari satu ekor dalam satu kandang tidak disarankan karna akan menimbulkan pengaruh saling membunuh (kanibal)
Di dalam kandang luwak diberi makan buah kopi masak/kopi merah yang baik serta segar.Luwak tidak mau makan buah kopi yang tidak segar dan rusak sangat berpengaruh terhadap selera makan dan kesehatannya.Oleh karna itu,buah kopi merah sebagai pakan luwak harus diganti dengan yang masih baru dan segar setiap harinya.Seekor luwak di pagi hari diberi pakan sebanyak 1,2 Kg. Usaha untuk memaksimalkan produksi kopi luwak dilakukan dengan memberi pakan buah merah sebanyak 3 Kg untuk setiap ekor karna kenyataannya luwak hanya makan separuhnya saja. Pemberian kopi merah yang melebihi porsinya tersebut sebenarnya baik karna membeli peluang luwak untuk memilih buah kopi yang sesuai dengan seleranya.Di samping itu Luwak juga di beri pakan berupa potongan ayam atau ikan asin sebagai ransum tambahan setidaknya setiap 10 hari sekali.
Produksi biji kopi luwak berkulit tanduk basah dari seekor luwak sekitar 300-400 g setiap hari atau setara dengan 200 g biji kopi kering.Selanjutnya,biji kopi luwak kandang mengalami proses perendaman,pencucian,pengeringan,pegupasan kulit tanduk (huller),serta sortasi yang sama dengan kopi luwak alami (liar) untuk mendapatkan fisik biji kopi bermutu satu.Uji cita rasa kopi luwak kandang menghasilkan cita rasa yang lebih baik dibandingkan dengan cita rasa kopi luwak alami.Penyebabnya adalah pakan luwak kandang berupa hasil petik merah dapat dikontrol den selalu segar sehingga tidak terjadi cita rasa bau tanah (earthy) yang biasanya ada pada kopi luwak alami.

 

FP : Cafeos.

Pin BB: 5E9A1EEF

No hp: 082134519100

Sejarah Kopi dan Penyebarannya

Setelah kita memperkenalkan apa itu kopi kepada anda pada artikel sebelumnya,pada kesempatan kali ini kami akan menceritakan sejarah kopi dan penyebarannya.

Kopi memiliki perjalanan yang panjang,mulai dari penanaman hingga menjadi minuman yang sangat nikmat untuk semua kalangan. Sejarah kopi telah dicatat sejauh pada abad ke-9. Pertama kali,kopi hanya ada di Ethiopia,dimana biji-bijian asli ditanam oleh orang Ethiopia dataran tinggi. Akan tetapi,ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya,biji kopi pun telah meluas sampai ke afrika utara dan biji kopi disana ditanam secara missal. Dari Afrika utara itulah biji kopi mulai meluas dari Asia sampai pasaran Eropa dan ketenarannya sebagai minuman mulai menyebar.

Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM. Pada saat itu,banyak orang di benua afrika,terutama bangsa Ethiopia yang mengkonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energy tubuh. Awal penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah makan jenis beri-berian. Ia pun mencoba memasak dan memakannya. Kebiasaan ini akhirnya menyebar sampai ke Afrika,tetapi metode penyajiannya masih menggunakan metode konvensional.

Lalu pada abad ke-13  bangsa arab yang peradabaannya lebih maju daripada bangsa Afrika,memulai inovasinya metode pembuataan kopi. Yaitu dengan cara direbus untuk diambil sarinya. Pada abad ke-13 belum ada budidaya kopi di luar daerah arab karena bangsa arab selalu mengekspor biji kopi infertile(tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Barulah pada tahun 1600-an seorang peziarah india bernama baba budan berhasil membawa biji kopi fertile keluar dari mekkah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar arab.

Pada tahun 1615 biji kopi secara resmi masuk ke pasar eropa yang dibawa oleh saudagardr venesia. Ia mendapatkan biji kopi dari orang turki, akan tetapi pasokan dari orang turki tidak bisa memenuhi pasar eropa,hingga akhirnya bangsa eropa membudidayakannya sendiri pada tahun 1616 yang pertama kali di budi daya oleh bangsa belanda,dan biji kopi dibawa ke pulau jawa pada tahun 1690.

Demikianlah cerita singkat dari sejarah kopi dan penyebarannya. Dan kami akan melanjutkan pembahasan selanjutnya dengan judul “mengenal jenis-jenis kopi di Indonesia”.

 

Fp : Cafeos

PIN BB : 5E9A1EEF

No HP : 082134519100

Yuk Mengenal Si Hitam Nikmat…..

Kopi merupakan komoditas rakyat yang sudah cukup lama dibudidayakan dan mampu menjadi sumber nafkah bagi lebih dari satu setengah jiwa petani kopi Indonesia

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan.
selain sebagai sumber penghasilan rakyat, kopi mejadi komoditas andalan ekspor dan sumber pendapatan devisa Negara.
meskipun demikian, komoditas kopi sering kalin mengalami fluktuasi harga sebagai akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan komoditas kopi di pasar dunia.

A.ASAL USUL KOPI

Konsumsi kopi dunia mencapai 70% berasal dari spesies kopi arabika dan 26% berasal dari spesies kopi robusta.
Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari Afrika,yaitu daerah pegunungan di Etiopia,namun demikian, kopi arabika baru dikenal oleh masyarakat dunia setelah tanaman tersebut dikembagkan di luar daerah asalnya, yaitu minuman tersebut menyebar ke dataran lainya.
Awalnya mereka mencoba memakan buah kopi dan merasakan adanya tamahan energi. Dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, buah kopi dimanfaatkan menjadi minuman kopi seperti saat ini. Masyarakat di Arab menyebut minuman yang berasal dari biji kopi tersebut sebagai qahwa yang berarti pencegahan rasa ngantuk.
Oleh karna itu, kopi mejadi minumah para sultan untuk diminum malam hari sebagai pencegahan rasa ngantuk di tenda. Kata qahwa (qahwain) berasal dari bahasa Turki, yaitu Kahven adapun istilah kopi untuk tiap Negara berbeda-beda,yaitu Kaffee (Jerman).coffee (Inggris),koffie (Belanda), dan kopi Indonesia.

Demikian pembahasan tentang asal-usul kopi, selanjutnya kita akan bahas apa itu “MORFOLOGI KOPI”